Sunday, August 30, 2009

Pemesanan DVD konser

Buat yg mau pesan DVD konser No Barriers Worship Conference 2009 hari pertama dan hari kedua, sekarang sudah mulai bisa dipesan. Harga @ Rp 80.000 / DVD (belum termasuk ongkos kirim) Hubungi 08121104047 (Sugandi) utk keterangan lebih lanjut. GBU.

Saturday, August 15, 2009

Kurikulum workshop

Vocal & Worship Leading : Rhea Arella
@ Betlehem Hall
Teknik Pernapasan & Pemanasan
Intonasi dan Resonansi
Pengembangan Melodi
What is Worship?
Leadership Skill

Keyboard : Tommy One Way & Aminoto Kosin
@ R. Kindness + Self Control
Memahami element2 musik
Bermain dengan dinamika
Menempatkan diri dalam band
Tips praktis

Guitar Electric Basic : Henry One Way & Jusuf Winardi
@ R. Patience + Peace

Guitar Electric Advance : Henry One Way & Jusuf Winardi
@ R. Goodness
Back to Basic

Bass Electric : Barry Likumahuwa
@ R. Louis + Eunike
Rhythm and Groove
Playing with your heart

Drum : Amos Cahyadi
@ Jerusalem Hall
Essential Drumming

Song Writing : Jonathan Prawira & Bobby One Way
@ R. Psallo lt.2
Writing a Powerful Songs

Modern Dance : Aman
@ Main Lobby
How to be a good dancer

Multimedia : Ade Yulianto
@ R. Meeting
Multimedia basic
Multimedia for event (Concept, Pre-production, Production)
Behind the scene (Post-production)

Youth Ministry : Cornelius Wing (Testimonial : Adon, Irwan, Kiki)
@ Jordan Hall
Contemporary Youth Ministry ?

Speakers & Worshippers

Jonathan Pattiasina

A simple person that has a passion to do the will of God in his generation. Nothing special about him unless his desire to let the truth of the kingdom of God penetrates and has clear impact in and through his life. He is married to a godly woman Ina Tangkesalu and has two fantastic sons Jonathan Christian (JC) and William Joshua (BJ).They are now live in Melbourne Australia as Jonathan serves as Minister of The Word in Caulfield Indonesian Uniting Church (www.ciuc.org.au). Located in 158 Balaclava Road Caulfield North 3161 Victoria.


Cornelius Wing

Lahir di Salatiga, 23 November 1967. Saat ini bersama dengan istrinya, Yoke, tinggal di Brebes, Jawa Tengah. Beliau bergerak sebagai leadership trainer dan konsultan. Visi dan misinya adalah untuk menetapkan dan meluaskan pengaruh Kerajaan Bapa dalam seluruh dimensi dan sendi-sendi kehidupan bangsa terutama di bidang pendidikan, bisnis dan kerohanian, melalui pemuridan para pemimpin dengan mengimpartasikan paradigma, prinsip kebenaran dan nilai-nilai Kerajaan Allah.


Franky Sihombing

Memulai pelayanannya sejak tahun 1989 dan sampai hari ini terus melayani Tuhan melalui talenta Musik yang Tuhan berikan. Dia juga tergabung dalam band EZRA, yang kemudian menjadi grup musik VOG. Pada tahun 1995, Franky mulai meluncurkan album solo Rayakan, dan kemudian menjadi album bersambung sampai pada Rayakan Lima (2005). Selain itu Franky juga melancurkan album seri Saat Menyembah dan Healing Worship. Bagi Franky musik adalah alat untuk menyampaikan berita terpenting dan terbaik bahwa YESUS adalah Tuhan yang penuh dengan kasih.


Adon & The Warriors

Adalah sebuah rock band terdiri 5 anak muda yang akan terus berjuang utk generasi ini : Adon, Coky, Bonar, Nyong & Tommy, Warriors terbentuk tahun 2001. Mereka juga aktif terlibat di dunia entertainment Indonesia (Adon : Base Jam, Coky : Netral, Bonar : musician Glenn Fredly, Nyong :Awaken, Tommy : One Way). Satu kerinduan Warriors, lewat pelayanan dan hidup Warriors banyak anak muda dimenangkan sehingga dapat menemukan dan menggenapi tujuan hidup mereka.



One Way

Band yang beranggotakan Bobby, Jonas, Henry dan Tommy ini sejak didirikan pada tahun 1997 telah melahirkan 4 album rohani yang terjual lebih dari 50.000 keping. Walau awalnya band ini dikenal sebagai band rohani, mereka mulai berkiprah di dunia musik pop Indonesia dengan mengeluarkan album “Di Sini” pada bulan Desember 2008. Dengan mengusung jenis musik positive pop, mereka ingin dikenal sebagai band yang membawa pesan-pesan positif dengan lagu-lagu yang bertemakan kesetiaan, persahabatan dan cinta sejati untuk memberikan harapan dan pengaruh positif kepada para pendengarnya.


Giving My Best (GMB)

Adalah sebuah band rohani Indonesia yang beranggotakan orang orang dari berbagai macam latar belakang dan pribadi yang berbeda namun memiliki kerinduan untuk menyatakan kasih Tuhan, teristimewa kepada anak muda melalui setiap karya musiknya. Dalam setiap konser GMB, selalu disesaki orang untuk menikmati saat menyembah Tuhan bersama GMB dan lagu lagunya sering dinyanyikan di kebaktian anak muda. 13 tahun mengabdi dalam pekerjaan di ladang Tuhan bukan merupakan suatu perjalanan mudah. Ada banyak hal yang harus dilalui baik suka dan duka. Akan tetapi semuanya ini melahirkan suatu pembentukan, perubahaan dan terlebih lagi nama Tuhan semakin berkumandang, dinyanyikan dan dirasakan oleh banyak orang. GMB akan terus berkarya, sampai negeri ini dipenuhi kasih dan anugerah Tuhan.

Aminoto Kosin

Musisi, arranger, producer dan composer lulusan Berklee College Of Music ini telah berkarya dalam dunia musik sejak 1986. Aminoto Kosin telah bekerjasama dengan artis-artis dalam konser maupun rekaman artis-artis seperti Yovie n Nuno, Chrisye (alm), Memes, Ruth Sahanaya, Krisdyanti, Titi Dj, Tohpati, Glenn Fredly, dan juga dengan artis-artis luar negeri seperti Sheila Majid, Eric Marienthal dan Patrizio Buanne. Sebagai producer, album yang telah dihasilkan antara lain: album solo Glenn yang pertama dan kedua, album solo Shakila, album Tohpati pertama dan kedua, dan album solo Aris. Kegiatannya saat ini adalah sebagai pimpinan dan pengajar di Aminoto Kosin Music School dan sebagai Music Director di IFGF GISI.


Barry Likumahuwa

Pemusik dengan nama lengkap Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa ini lahir di Jakarta, 14 Juni 1983. Barry adalah salah satu pemain bass terbaik di Indonesia yang sudah berkancah di panggung musik nasional dan internasional, serta menjadi composer, producer dan arranger beberapa artis besar Indonesia. Beberapa penghargaan nasional dan internasional sudah diraihnya. Pada tahun 2008, Barry sudah meluncurkan album solo “Goodspell”, fourthmonkey.



Disciples

Disciples are Igor, Joshi, Guntur, Rendy. Their motto : Let's make it simple. They don't want to write a long story about them, because their music is not about them. They are only the disciples. Their music are all dedicated to the GREAT TEACHER, FRIEND, FATHER, SAVIOUR, GOD, JESUS. So here they are, some little kids from Indonesia who loves rhymes, music and above all.. GOD.Their vision is to see lots and lots of young people knew more about JESUS.


Jonathan Prawira

Sejak dipanggil untuk melayani sebagai pencipta lagu di tahun 1989, dikenal paling produktif membuat lagu-lagu yang menyampaikan inspirasi alkitabiah dan relevan dengan problem yang dihadapi jemaat. Sehingga para penyembah TUHAN mengalami berkat dan mujizat yang nyata dalam hidup sehari-hari. Jonathan Prawira adalah pelopor lagu-lagu keintiman dengan TUHAN (intimate worship) di tahun 1999 dan saat ini menjadi pelopor lagu-lagu motivasi rohani (power of worship) yang membangkitkan jemaat untuk mengatasi krisis dalam kasih dan kuasa TUHAN.

Irwan Alexander

Penyanyi yang lahir pada tanggal 10 April 1985 ini adalah lulusan Bachelor of Music Business dari New England University Sydney Australia dan Hillsong College Sydney. Irwan pernah menjadi Juara Asia Electone Festival di Taiwan (1997) dan International JOC Japan (1997, 1998, 2001) serta menjadi Duta Indonesia untuk UNICEF PBB (1999). Irwan juga telah merilis 2 album solo Bagai Rajawali (2006) dan Immanuel (2008).



Salvation Choir

Paduan suara Salvation merupakan suatu wadah untuk menampung kerinduan dari beberapa anggota jemaat agar dapat memberikan pelayanan melalui puji–pujian paduan suara di gereja–gereja di kota Bogor dan sekitarnya. Paduan suara Salvation berkeinginan mewujudkan suatu visi, yaitu bersama–sama dengan jemaat dari berbagai denominasi gereja membangun suatu kesatuan pemuji melalui pengembangan pelayanan, informasi dan pengetahuan paduan suara untuk pengembangan misi gereja dan kepujian kepada TUHAN YESUS KRISTUS.

Ade Yulianto

Lahir di Banjarmasin, 5 Oktober 1981. Saat ini Ade bekerja sebagai videopreneur dan pemilik dari Chronicles Production. Selain itu juga Ade adalah Head of Visual Department di Jakarta Praise Community Church, yang bertanggung jawab untuk membuat Weekly Video Material. Ade juga pernah menjadi penanggung jawab Video Recording dari True Worshippers Concert & Live Recording (2006 – 2007). Kerinduannya adalah menjadikan multimedia sebagai alat untuk menyembah Tuhan. Ade bukan hanya membangun pelayanan yang sudah dipercayakan, tetapi terlebih lagi membangun generasi untuk menjadi pemimpin potensial di masa depan.

Rhea Arella

Mengawali karirnya pada tahun 1993 bersama Elfa Music Studio, Rhapsody Music Course, dan Sekolah Musik YPKA Bandung sebelum memutuskan untuk menjadi pengajar privat vokal untuk perorangan dan grup di gereja-gereja. Rhea juga pernah aktif sebagai salah satu singer dalam UX Band dan telah merilis lebih dari 10 album rohani, baik bersama UX, solo maupun album kompilasi. Saat ini Rhea melayani sebagai worship leader, vocal trainer dan pembicara di berbagai kegiatan rohani, baik di dalam maupun luar negeri. Sejak tahun 2009, Rhea juga merintis sebuah kursus vokal di Jakarta dan Bandung yang diberi nama “Kelas Vocal Rhea” dimana teknik vocal yang diajarkan mengarah kepada Karakter dan Personalitas setiap siswa yang dibinanya.


Aman

Seorang professional dancer yang telah meraih penghargaan Best of the Best Dancer 2004, 2005, 2006, 2007 Jakarta Dance Competition dan dinobatkan sebagai The Most Dedicated Trainer and The Best Choreographer - Visit Indonesia 2008 Bangkit Negeriku.


Susunan Acara

SUNDAY, 16 AUGUST 2009

13:00 - 17:00 Registrasi Ulang (Main Lobby)

16.00 - 17.30 Acoustic Worship (Main Lobby)

18:00 - 20:30 Opening (Betlehem Hall)

No Barriers Worship Concert

Speaker: Cornelius Wing

Worshippers : GMB, Adon & the Warriors,

Kiki Life Tree, Irwan Alexander, Salvation Choir,

Salvation Band, Aman & a Star Dance,


MONDAY, 17 AUGUST 2009

08:00 - 08:15 Praise & Worship (Betlehem Hall)

08.15 - 10.00 Session I : Worship Paradigm (Betlehem Hall)

Cornelius Wing & Franky Sihombing

10:00 - 10:15 Praise & Worship (Betlehem Hall)

10.15 - 11.45 Session II : All About Worship (Betlehem Hall)

Jonathan Pattiasina

11:45 - 13:00 Lunch Break + Acoustic Worship (Main Lobby)

13:00 - 14:30 Workshop I

14:30 - 14:40 Short Break

14:40 - 15:40 Workshop II

15:40 - 16:00 Coffee Break (back to Betlehem Hall)

16:00 - 17:30 Session III : Music Arrangement

Aminoto Kosin (Betlehem Hall)

17:30 - 19:00 Long Break + Acoustic Worship (Main Lobby)

19:00 - end Grand Finale (Betlehem Hall)

No Barriers Worship Concert “the power of ONE”

Speakers : Ps. Jonathan Pattiasina

Worshippers : Franky Sihombing, One Way,

Barry Likumahuwa, Adon & the Warriors,

Bonar Abraham, Disciples, Irwan Alexander,

Kiki Life Tree, Rhea, Salvation Choir, Salvation Band,

Aman & A Star Dance

No Barriers Worship








Mematahkan barriers/penghalang dari pemahaman mengenai penyembahan yang sejati

Penyembahan adalah cara kita hidup. Hari-hari ini diperlukan sebuah pergeseran dari sekedar “acara penyembahan” kepada “kehidupan penyembahan”. Kita menyembah - atau tidak - ditunjukkan melalui kehidupan kita; kita menyembah - atau tidak - ditunjukkan melalui bagaimana kita melakukan pekerjaan kita ; kita menyembah - atau tidak - ditunjukkan melalui bagaimana kita memberi. Penyembahan lebih dari sekedar kegiatan musikal. Penyembahan adalah aktifitas hati yang melibatkan keseluruhan kehidupan. Penyembahan yang sejati adalah menghidupi kehidupan kita yang mentaati kehendakNya. Penyembahan yang benar menghasilkan perubahan hidup. Worship is a heart of obedience!

Musik kita, lagu kita dan doa kita hanyalah sebagian saja dari manifestasi dan ekspresi dari sebuah kehidupan yang dipersembahkan bagi kemuliaanNya. Sudah waktunya mendudukkan esensi dan aksesoris pada tempatnya masing-masing. Sudah saatnya pula merevolusi penyembahan yang berfokus kepada aksesoris menjadi penyembahan yang mendasarkan esensi, lebih daripada manifestasi dan ekspresi. Alhasil, kekristenan tidak akan menghasilkan umat yang menyanyi saja tetapi menyembah Dia di setiap waktu, memiliki misi, melepaskan potensi , berkarya nyata, berfokus kepada dunia “di luar sana” bukan di dalam gedung gereja saja, serta menjadi contoh bagi dunia sebagai kelompok manusia yang meninggikan penciptaNya dengan seluruh kehidupannya. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan namaNya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 13:15-16). Mengangkat tangan dan menyanyi namun juga menyentuh orang dan melepaskan sumber-sumber. Itu penyembahan yang menggoncangkan dunia! Dengan demikian penyembahan tidak terhalang oleh cara, bentuk, gaya, dan ekspresi. Penyembahan dimulai dari hati dan kemudian akan menemukan manifestasinya sendiri. Penyembahan tidak akan “legitimate” jika tidak datang dari hati. Siapa dan apa yang bisa menghalangi aktivitas hati? Siapa dan apa juga yang dapat mendikte manifestasi penyembahan sejati? No barriers worship!

Mematahkan “barriers” terhadap kesatuan TubuhNya untuk menyembah Bapa dan Yesus “Sang Kepala” Adalah kerinduan hati Tuhan untuk melihat TubuhNya sendiri utuh dan bersama dengan seluruh semesta menyembah Dia dalam kesatuan, keharmonisan dan keterpaduan. Adalah merupakan penantian dari Sang Pencipta akan munculnya sebuah penyembahan korporat yang diberikan oleh gereja sebagai institusi yang dibangunNya, bergandeng tangan dengan seluruh buatan tanganNya. Namun gereja yang seharusnya berperan sebagai model keharmonisan bagi seluruh ciptaan masih saja terhalang oleh ketidakbersatuan. Dan “barriers” dari kebersatuan seringkali merupakan hal-hal yang tidak esensial; hanya perkara-perkara aksesoris.

Sementara Firman Tuhan di dalam Ibrani 2:11 menyebutkan: ”Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,” bagaimanapun mungkin kita saling malu menyebut saudara hanya karena berbeda cara dan bentuk kehidupan penyembahan? Kita berasal dari Dia yang tidak malu menerima kita, bagaimana mungkin kita malu saling menerima karena kita berbeda? Dalam uraian suratnya tentang Tubuh Kristus, Paulus menasihatkan, “....supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota tubuh yang berbeda itu saling memperhatikan.”(1 Korintus 12:25). Menurut Paulus perpecahan dalam tubuh disebabkan oleh dua hal; yang pertama yakni ketidak-mengertian kita tentang posisi kita dalam tubuh sehingga merasa tidak termasuk bagian dalam tubuh, yang kedua adalah sikap “tidak perlu bergantung kepada bagian tubuh yang lain”.

Penyembahan di sorga dipenuhi harmonisasi dan kerendahan hati (Wahyu 4-5) dan itu memang kehendakNya. Bahkan Dia mengajar kita untuk berdoa:”...jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga..”. Hari-hari ini keadaan gereja belum memiliki penyembahan seperti di surga dengan harmonisasi penyembahan tingkat tinggi. Bahkan salah satu tujuan salib adalah: ”Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan...dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”(Efesus 2:14,16). Itu “passion” Tuhan! Apa “passion” kita?

Garis pemisah yang muncul diantara kita biasanya adalah pengalaman hidup yang bersifat subyektif terhadap sebuah kebenaran. Hal tersebut akan terlihat sebagai sebuah arogansi karena unsur subyektifitas dan asumsi/interpretasi pribadi atau institusi. Kekuatan kesatuan di dunia Injili modern sering bukan doktrin kebenaran yang fundamental tetapi pengalaman yang subyektif yang pada gilirannya, dengan sedikit tambahan ayat di sana-sini yang terkadang di luar konteks, akan menjadi “kebenaran”. Maka konsekuensinya gereja menjadi tidak sepenuhnya berdasar kepada prinsip-prinsip kebenaran tetapi lebih berdasar kepada “style” atau kepemimpinan. Ditambah pula dengan miskinnya sudut pandang dan kurangnya penglihatan kepada “the whole of context” . Nah, mana yang lebih mendukung dan menguatkan gerakan Unity : faktor pewahyuan pribadi dan faktor kepemimpinan atau komit kepada posisi doktrinal yang paling fundamental dan prinsip kebenaran yang biblikal? Itulah sebabnya mengapa perpecahan dan kecurigaan paling banyak merusak dunia karismatik dan injili hari ini.

Paulus dalam suratnya menghimbau: ”Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang diatas semua dan oleh semua dan di dalam semua.”(Efesus 4:4-6). Alasan-alasan fundamental dan biblikal seperti itulah yang menyatukan kita, secara bersama-sama sebagai TubuhNya, memberikan penyembahan yang berkenan kepadaNya, yang pada gilirannya akan menggenapi impian Yesus:”...supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, SUPAYA DUNIA PERCAYA, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Itulah kekuatan yang mengubah dunia.

Worship is....

Worship bukan sekedar kegiatan musikal dengan menyanyikan lagu-lagu penyembahan dalam sebuah acara pujian penyembahan tapi sebuah keseluruhan hidup yang mentaati kehendak Bapa dan mengasihiNya serta terlibat dlm pergerakkan KerajaanNya . |Cornelius Wing|

Worship is the simplicity of Kingdom connection. |Jonathan Pattiasina|

Penyembahan adalah menyanyikan hidup Kristus lewat kehidupan kita. |Franky Sihombing|

When I play my music for my God…and then our heart meets… just me and my God, that's worship to me. |Aminoto Kosin|

Penyembahan adalah bagian dari cara saya untuk membangun hubungan dan komitmen 'hidup bersama' setiap hari dengan yang saya sembah dan semakin hari akan menghasilkan keserupaan dan kekuatan. Saya akan melebur dan menjadi sama dengan yang saya sembah. |Rhea Arella|

Worship is get connected with God and receive His love and power in our life.|Jonathan Prawira|

Makna penyembahan adalah bentuk ungkapan syukur kita atas kasihNya dan kita rindu datang kepadaNya melalui pujian yang kita nyanyikan hanya untuk kemuliaan namaNya. |Salvation Choir|

WORSHIP adalah Penyembahan kepada Tuhan, tidak hanya terbatas dalam menyanyikan lagu atau beribadah di gereja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita sebagai manusia. |ONE WAY|

Worship is a way of life, whatever we do , think or say is our worship that pleases the Lord, and its also the words of love , praise and respect to the Lord, not because He is able to help but because He deserves it. |GMB|

Worship is all about life changing. Diperbaharu hari lepas hari sehingga menjadi semakin sama dengan pribadi yg kita sembah |Kiki Life Tree|

Penyembahan adalah saat kita tidak hanya berkata “hidupku bukannya aku lagi tetapi Yesus di dalamku” namun menghidupi perkataan itu |WARRIORS|